Marc Marquez Beri Sinyal Pensiun Lebih Cepat dari MotoGP

Otomotif21 Dilihat
banner 468x60

MADRID – Masa depan Marc Marquez di ajang MotoGP mulai menjadi tanda tanya. Pembalap Ducati Lenovo itu secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan pensiun lebih cepat, meski masih berstatus sebagai salah satu rider paling dominan usai meraih gelar juara dunia kelas premier ketujuh pada musim lalu.

Memasuki MotoGP 2026, Marquez yang kini berusia 32 tahun menyadari bahwa kondisi fisik menjadi faktor krusial dalam menentukan kelanjutan kariernya. Cedera panjang yang sempat menghantuinya sejak insiden parah pada 2020 disebut meninggalkan dampak jangka panjang yang tak bisa diabaikan.

banner 318x90

Dalam wawancara bersama La Sexta, Marquez menegaskan bahwa ia tidak berencana memaksakan diri bertahan terlalu lama jika tubuhnya sudah tidak lagi mampu mengikuti tuntutan balap di level tertinggi.

Faktor Fisik Jadi Penentu Waktu Pensiun

Marquez mengakui, keputusan untuk pensiun merupakan hal paling sulit bagi seorang atlet profesional. Secara mental, ia merasa masih memiliki motivasi dan ambisi besar untuk bersaing, namun kondisi fisik berkata sebaliknya.

“Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana cara pensiun, serta berapa lama lagi harus bertahan,” ungkap Marquez, dikutip dari Crash, Kamis (8/1/2026).

Ia pun menyadari bahwa tubuhnya akan menjadi batas akhir dari perjalanan kariernya di MotoGP.

“Saya sudah tahu bahwa saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan mendorong saya lebih keras daripada pikiran saya. Saya harus memahami bagaimana kondisi tubuh saya setiap tahun, karena secara mental saya masih seperti roket,” tambahnya.

Kendati telah menyampaikan sinyal tersebut, Marquez menegaskan fokusnya saat ini sepenuhnya tertuju pada MotoGP 2026. Ia bertekad tampil kompetitif dan mempertahankan gelar juara dunia bersama Ducati.

Pertimbangan Keluarga dan Masa Depan Anak

Selain faktor fisik, Marquez juga mulai memikirkan kehidupan pribadinya. Ia mengungkapkan keinginan untuk segera membangun keluarga dan menjadi seorang ayah. Namun, menariknya, ia tidak ingin anaknya kelak mengikuti jejaknya sebagai pembalap profesional.

Menurut Marquez, nama besar dan warisan prestasi yang ia miliki justru berpotensi menjadi beban bagi generasi berikutnya.

“Menyandang nama belakang saya tidak akan membantu mereka sama sekali. Memang jelas mereka akan memiliki keuntungan secara finansial, tapi jika Anda tidak kekurangan apa pun, Anda tidak akan memiliki rasa lapar yang sama (untuk menang),” pungkasnya.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat sinyal bahwa Marc Marquez mulai mempersiapkan diri menghadapi fase baru dalam hidupnya, sekaligus menandai babak akhir dari perjalanan panjangnya di lintasan MotoGP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *