Samarinda – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur, Sdr. Andri Rifandi, menegaskan bahwa kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah naungan Presiden Republik Indonesia merupakan pilihan yang tepat dan sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurutnya, posisi tersebut penting untuk menjaga profesionalisme, netralitas, serta independensi Polri dalam menjalankan tugasnya.
Andri Rifandi menyampaikan bahwa Polri memiliki peran strategis sebagai penegak hukum sekaligus pelindung dan pengayom masyarakat. Oleh karena itu, penempatan Polri langsung di bawah Presiden dinilai mampu memastikan institusi kepolisian bekerja secara objektif, tidak terikat kepentingan sektoral, serta tetap berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
“Polri di bawah Presiden bukan berarti kehilangan independensi. Justru dengan sistem ini, Polri memiliki ruang untuk bekerja secara profesional, netral, dan fokus pada pelayanan serta penegakan hukum,” ujar Andri Rifandi dalam keterangannya.
Ia juga menegaskan bahwa IMM Kaltim mendukung upaya penguatan Polri melalui reformasi internal yang berkelanjutan, peningkatan transparansi, serta penegakan etika dan disiplin anggota. Menurutnya, kritik terhadap Polri tetap diperlukan dalam negara demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab.
Sebagai organisasi mahasiswa, IMM Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga stabilitas nasional dengan tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat melemahkan institusi negara.
Andri Rifandi menekankan bahwa Polri yang profesional dan berintegritas di bawah kepemimpinan Presiden merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga demokrasi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).










