SPPG Polda Kaltim sebagai Role Model Dapur Sehat, FGD Dorong Percepatan Program MBG

Berita218 Dilihat
banner 468x60

BALIKPAPAN – Status SPPG Polda Kaltim sebagai contoh terbaik pengelolaan dapur sehat kembali menguat dalam gelaran Forum Group Discussion (FGD) yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di Kalimantan Timur. FGD tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat penerapan Program Menu Bergizi (MBG) yang kini menjadi prioritas di sejumlah instansi.

Beragam tantangan di bidang pengelolaan pangan kembali mencuat, mulai dari keterbatasan pasokan bahan baku, kebutuhan peningkatan SDM dapur, hingga pentingnya penerapan standar higienitas yang konsisten. Namun, SPPG Polda Kaltim dinilai telah menunjukkan kinerja profesional yang sesuai dengan SOP dan prinsip keamanan pangan modern.

banner 318x90

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa pola pengelolaan yang dilakukan SPPG bisa menjadi rujukan bagi daerah lain.

“Semoga SPPG Polda Kaltim dijadikan sebagai underbow di Indonesia. Khususnya, di Kaltim,” ujarnya.

Di sisi lain, Kabidokkes Polda Kaltim melalui Subbiddokpol Drg. Muh Irfan Siregar menegaskan bahwa setiap bahan makanan yang masuk selalu melalui proses pengujian sebelum diolah.

“Kami sangat komitmen agar menjaga kualitas makanan sampai ke tangan masyarakat,” ucapnya.

FGD turut dihadiri berbagai unsur seperti Kepala BGN Korwil Kaltim Binti Maulina Putri, Sekda Balikpapan Muhaimin, Kasubdit 2 Dit Intelkam Polda Kaltim Kompol Agung Nursapto, serta perwakilan BPOM, Disdikbud, DKP3, Kemenag, hingga jurnalis dari berbagai media.

Dalam pemaparannya, Kompol Agung Nursapto menekankan bahwa MBG merupakan fondasi bagi pemenuhan gizi dan ketahanan fisik personel.

“Program MBG ini kami harapkan mampu menjadi model pengelolaan pangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya mewakili Direktur Dit Intelkam Polda Kaltim.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama lintas sektor, termasuk dengan ahli gizi dan Dinas Ketahanan Pangan, sangat penting untuk mengembangkan dapur modern dan berstandar tinggi.

“Melalui kerja sama lintas sektor, kami berharap tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan internal Kaltim, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas,” imbuhnya.

Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan posisi SPPG sebagai panutan. Sekda Balikpapan, Muhaimin, menyebut SPPG Polda Kaltim telah membuktikan diri sebagai acuan yang layak ditiru.

“SPPG Polri bisa dianggap sebagai role model sebagai pelaksanaan MBG di Kaltim. Mungkin SPPG yang lain yang baru bisa melakukan anjangsana untuk melihat prosesnya,” kata Muhaimin.

Apresiasi juga datang dari Kepala BGN Regional Kaltim, Binti Maulina Putri, yang menilai inovasi pengujian cepat yang dilakukan Polri layak ditiru di daerah lain.

“Kegiatan Rapites (Rapid Test) yang dilakukan Polri bisa sebagai contoh untuk SPPG yang lain,” ujarnya.

FGD ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk memperluas penerapan dapur sehat, memastikan keamanan pangan, serta menciptakan menu yang bergizi dan layak konsumsi bagi masyarakat. Dengan sinergi yang semakin kuat, Kaltim menargetkan terciptanya sistem dapur berstandar tinggi yang mampu menjadi model nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *