Samarinda – Basuki Rahmat, S.KM., M.H., selaku Panglima Tertinggi Tameng Adat Borneo (TAB), menyatakan dukungan penuh terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang secara konstitusional berada di bawah naungan Presiden Republik Indonesia.
Basuki Rahmat menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan amanat undang-undang dan bagian penting dari sistem ketatanegaraan Indonesia yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat adat.
“Kami dari Tameng Adat Borneo mendukung penuh Polri yang berada di bawah Presiden. Ini sudah sesuai dengan konstitusi dan menjadi landasan penting agar Polri tetap profesional, netral, serta fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Basuki Rahmat dalam keterangannya.
Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional, melindungi masyarakat, serta memastikan hukum ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu. Kejelasan posisi Polri, lanjutnya, akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Basuki Rahmat juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat, khususnya di Kalimantan, dalam menjaga persatuan, keamanan wilayah, serta kelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat adat untuk bersatu menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Polri adalah mitra masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
Pernyataan dukungan tersebut, lanjut Basuki Rahmat, merupakan bentuk komitmen Tameng Adat Borneo dalam mendukung pemerintahan yang sah, menjaga stabilitas keamanan, serta memperkuat persatuan bangsa demi terciptanya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan.














