Gerak Cepat Tim Gabungan, Dua Titik Api di Berau Berhasil Dikendalikan

Berita117 Dilihat
banner 468x60

Berau – Dua titik api terpantau di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, saat tim gabungan melaksanakan Patroli Siaga Zona I Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa (8/9/2026). Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitar.

Patroli menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi Karhutla di sejumlah wilayah yang dinilai rawan. Personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga disiapkan untuk memberikan respons cepat apabila menemukan titik api selama kegiatan berlangsung.

banner 318x90

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Gunung Tabur, BKO Polres Berau, BKO Polda Kaltim, KPHP Berau Utara, Manggala Agni, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V. Keterlibatan sejumlah unsur tersebut memperkuat koordinasi dalam penanganan kebakaran di lapangan.

Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi mengatakan, kegiatan diawali dengan briefing teknis penanganan Karhutla di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, sekitar pukul 08.00 WITA.

“Usai pengarahan, seluruh personel gabungan langsung menyisir area rawan dan bergerak menuju lokasi titik api sejak pukul 09.30 WITA hingga malam hari,” ujar AKP Suradi.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan dua titik api dengan ukuran sedang. Lokasi pertama berada di kawasan HTI PT Puji Sampurna, Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, sedangkan titik api lainnya ditemukan di lahan milik warga di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur.

Temuan tersebut segera direspons personel gabungan dengan melakukan pemadaman. Petugas berupaya mengendalikan api agar tidak berkembang dan menjalar ke area lain, sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar titik kebakaran.

Penanganan dilakukan secara intensif hingga malam hari. Sekitar pukul 20.00 WITA, personel masih berada di lapangan untuk memastikan kondisi dua lokasi tersebut tetap terkendali dan tidak terjadi perambatan api ke kawasan di sekitarnya.

Keberadaan personel di lokasi juga menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila kembali ditemukan titik api. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus memastikan penanganan dapat segera dilakukan apabila terdapat indikasi kebakaran kembali muncul.

Menurut kepolisian, respons cepat tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara personel Polri dengan instansi dan unsur terkait. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan sejak titik api pertama kali diketahui.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Berau. Selain melakukan pemadaman, tim gabungan terus mendorong upaya pencegahan melalui patroli dan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

AKP Suradi mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di kawasan yang rawan terjadi kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menjadi sumber munculnya api.

“Mari bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu munculnya titik api dan berpotensi meluas,” pungkasnya.

Polres Berau bersama jajaran Polda Kaltim akan melanjutkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan Karhutla. Koordinasi dengan pemerintah, instansi terkait dan masyarakat juga akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran sejak dini.

Kepolisian berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan kepulan asap maupun titik api. Dengan deteksi dan penanganan lebih awal, potensi kebakaran meluas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *