Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami kendala berarti. Ia memastikan tidak ada proyek yang mangkrak dalam pelaksanaan pembangunan ibu kota baru tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Wapres saat menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional” di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin, 26 Januari 2026. Di hadapan mahasiswa, Gibran menepis berbagai keraguan publik terkait keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.
“Tidak ada yang mangkrak di IKN ya, pembangunannya sudah sesuai timeline yang ada,” kata Wapres di hadapan peserta talkshow.
Wapres mengungkapkan, dirinya telah meninjau langsung progres pembangunan IKN pada Desember 2025, yang kemudian disusul kunjungan Presiden RI beberapa waktu setelahnya. Dari hasil pemantauan tersebut, pemerintah menilai perkembangan pembangunan berjalan positif dan sesuai dengan perencanaan awal.
“Desember 2025 saya ke sana, dua minggu setelahnya Pak Presiden juga ke sana, progresnya cukup bagus, sesuai timeline semua. PR-nya sekarang tinggal membangun gedung legislatif dan yudikatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gibran menggambarkan IKN sebagai kawasan yang dirancang menjadi kota masa depan dengan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia menilai kondisi lingkungan di IKN sangat mendukung untuk menjadi pusat pemerintahan sekaligus ruang hidup yang nyaman.
“Ini kota yang sangat hidup, udaranya bersih, bebas macet, dan insyaallah aman dari bencana,” katanya.
“Jadi, ini tempat yang sangat ideal untuk anak-anak muda. Kita bukan hanya memindahkan kantor, tapi juga membangun mindset yang baru,” ujarnya.
Sejalan dengan pembangunan infrastruktur pemerintahan, Wapres menyebut fasilitas pendukung kehidupan masyarakat juga akan terus berkembang. Kehadiran sektor komersial dinilai penting untuk memastikan IKN tidak hanya berfungsi sebagai pusat birokrasi, tetapi juga sebagai kota yang dinamis.
“Akan muncul bangunan-bangunan komersial seperti supermarket, pusat hiburan, sport center, dan lainnya,” kata Wapres.
Menanggapi pertanyaan mahasiswa terkait kesiapan IKN, Gibran menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menyelesaikan seluruh fasilitas inti pemerintahan agar proses pemindahan dapat dilakukan sesuai target.
“Sekarang kita kejar pembangunan untuk DPR dan lembaga yudikatif seperti MA, MK, dan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah optimistis pembangunan infrastruktur utama dapat rampung pada 2028. Dengan demikian, aktivitas pemerintahan secara penuh di IKN diharapkan dapat segera terealisasi.
“Kita doakan yang terbaik, nanti 2028 selesai semua dan kita bisa pindah ke sana. Mungkin 2029 dan seterusnya, seluruh kegiatan pemerintahan sudah efektif dilakukan di IKN,” ucapnya.
Sebelumnya, Otorita IKN juga menyampaikan bahwa pembangunan tahap awal difokuskan pada kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), termasuk perkantoran eksekutif, hunian aparatur sipil negara, serta infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan energi. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan pembangunan IKN sebagai bagian dari transformasi pembangunan nasional jangka panjang.















