Hadapi Gempa NTT, Polri Bergerak Berlapis: Kapolda Turun ke Sikka, Mabes Kirim Perkuatan

Berita, Ekonomi, Nasional264 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Polri memperkuat respons kemanusiaan pascagempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung turun ke Kabupaten Sikka, sementara Mabes Polri menyiapkan perkuatan personel untuk mendukung penanganan di lapangan.

Kapolda NTT bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan unsur Forkopimda berangkat dari Kupang menuju Sikka menggunakan pesawat Polri CASA 212-200/P-4101 pada Sabtu siang.

banner 318x90

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat, memetakan kebutuhan mendesak, serta melihat langsung pelaksanaan pelayanan dan bantuan oleh personel Polri.

Di Mapolsek Alok, Polres Sikka, Kapolda menerima laporan situasi terkini dan menyerahkan bantuan awal kepada sekitar 100 warga terdampak. Bantuan secara simbolis diberikan kepada 13 perwakilan masyarakat.

Kapolda menegaskan bantuan akan terus ditambah berdasarkan kebutuhan warga di lapangan.

“Kami hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bantuan awal, dan bantuan selanjutnya akan segera dikirim,” ujarnya.

Perkuatan Mabes Diberangkatkan

Untuk memperkuat penanganan, Polri malam ini memberangkatkan personel dari Mabes Polri menuju Labuan Bajo. Perkuatan tersebut selanjutnya mendukung jajaran Polda NTT sesuai kebutuhan operasi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Komposisi perkuatan meliputi 100 personel Korbrimob Polri, tiga personel DVI, tiga personel Slog Polri, Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri, serta personel Divhumas Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan setiap unsur memiliki fungsi khusus dalam mendukung penanganan bencana.

“Respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” kata Isir.

Selain keamanan dan evakuasi, Polri memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, layanan kesehatan, dukungan logistik, akses menuju lokasi terdampak, serta distribusi bantuan.

Tim Trauma Healing juga disiapkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang membutuhkan, sementara DVI disiapkan apabila diperlukan dalam proses identifikasi korban.

Divhumas Polri turut memastikan informasi terkait perkembangan penanganan bencana disampaikan secara cepat, akurat, dan bersumber resmi guna mencegah kesimpangsiuran informasi.

Isir meminta seluruh personel tetap mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,” tegasnya.

Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh stakeholder akan terus memantau perkembangan situasi serta mengoptimalkan sumber daya untuk keselamatan warga dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *