Jepang Pelajari Program Makan Bergizi Gratis Indonesia, Jangkau Hampir 60 Juta Penerima per Hari

Berita28 Dilihat
banner 468x60

Depok – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menarik perhatian internasional. Perwakilan Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) melakukan kunjungan langsung ke Indonesia untuk mempelajari sistem MBG yang dinilai mampu berjalan cepat, terstruktur, dan menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari.

Delegasi JCCI meninjau langsung operasional MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyaksikan secara langsung seluruh rantai proses MBG, mulai dari pengolahan bahan pangan, proses memasak, pemorsian, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat, termasuk Yayasan Bina Mulia.

banner 318x90

Salah satu perhatian utama delegasi Jepang adalah standar keamanan pangan dalam proses produksi makanan.

“Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman,” ujar Hayashi dikutip Rabu (14/1/2026).

Selain melakukan observasi, delegasi JCCI juga menyampaikan tawaran kerja sama konkret berupa program magang bagi siswa SMK Yayasan Bina Mulia jurusan Tata Boga. Tak hanya itu, Jepang juga membuka peluang pelatihan bagi para Kepala SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sebagai informasi, Jepang telah menjalankan program makan siang sekolah sejak 1889 atau lebih dari 137 tahun lalu. Pengalaman panjang tersebut dinilai relevan sebagai referensi penguatan standar keamanan pangan dan tata kelola gizi dalam pelaksanaan MBG di Indonesia.

Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa, menyambut positif kunjungan dan tawaran kerja sama dari Jepang.

“Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Depok menilai kunjungan delegasi Jepang menjadi bukti bahwa pelaksanaan MBG di daerah telah berjalan sesuai standar nasional. Kehadiran SPPG sebagai pusat produksi makanan bergizi dinilai berperan penting dalam memastikan kualitas gizi dan ketepatan distribusi bagi peserta didik.

Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi delegasi JCCI. Mereka tampak terharu saat disambut para siswa dengan tradisi mencium tangan serta melihat antusiasme anak-anak yang menikmati menu MBG. Momen tersebut menjadi penanda bahwa program makan bergizi ini tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga diterima dengan baik oleh para penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *