Ketua DAD Kaltim Viktor Yuan Minta Masyarakat Tabang Tahan Diri, Jangan Perluas Konflik

banner 468x60

KUTAI KARTANEGARA — Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, H. Viktor Yuan, S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menahan diri dan menjaga kondusivitas pascakericuhan yang terjadi di Desa Bilah Talang.

Viktor menyampaikan keprihatinan sekaligus rasa duka mendalam kepada keluarga korban dalam peristiwa yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka.

banner 318x90

“Saya H. Viktor Yuan, S.H., M.H., selaku Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga besar yang menjadi korban penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Viktor.

Ia menilai situasi pascaperistiwa tersebut perlu disikapi dengan kepala dingin. Seluruh elemen masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar persoalan atau memicu konflik baru.

“Sembari menyampaikan rasa duka yang mendalam, kami juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas sosial, budaya, serta agama,” ujarnya.

Viktor secara khusus meminta para tokoh masyarakat di Kecamatan Tabang mengambil peran dalam menjaga persaudaraan dan membantu menciptakan suasana yang aman.

“Kepada semua tokoh yang ada di Kecamatan Tabang agar selalu menjaga tali persaudaraan, menghindari konflik, agar tidak terjadi konflik yang lebih meluas lagi,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan hukum harus diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Percayakan seluruh permasalahan hukum kepada Kapolres Kutai Kartanegara untuk menyelesaikan permasalahan ini sehingga tidak meluas sampai ke hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Viktor juga menyatakan kepercayaannya kepada jajaran Polri, baik Polres Kutai Kartanegara maupun Polda Kalimantan Timur, dalam menangani perkara tersebut.

“Kami percaya kepada Polri dari Polres dan Polda bisa menyelesaikan ini dengan baik dan bijak serta menangkap semua pelaku yang melakukan penganiayaan sehingga mengakibatkan adanya korban meninggal dunia. Proses secara hukum yang berlaku,” ucapnya.

Dugaan Pengeroyokan Masih Diselidiki

Sementara itu, kericuhan di Desa Bilah Talang disebut bermula dari sebuah insiden pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander, mengatakan kejadian tersebut pada awalnya diduga sebagai kecelakaan. Namun, setelah dilakukan olah TKP, muncul dugaan adanya pengeroyokan atau perkelahian.

Peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Sementara seorang lainnya mengalami luka dan mendapatkan perawatan.

“Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya mengalami luka dan kemudian menjalani perawatan,” kata Elvander saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

Ia menyebut informasi awal yang diterima menyatakan terdapat sekitar 20 orang yang diduga terlibat. Namun, jumlah tersebut belum dapat dipastikan karena penyelidikan oleh Polsek Tabang masih berlangsung.

“Sekarang ini proses penyelidikan oleh Polsek Tabang masih berjalan,” jelasnya.

Pascakejadian, situasi kemudian berkembang hingga terjadi aksi perusakan dan pembakaran sejumlah rumah. Kondisi tersebut membuat upaya menjaga ketenangan masyarakat menjadi perhatian berbagai pihak.

Viktor berharap seluruh pihak tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan tidak mengambil tindakan sendiri.

Ia menegaskan, penyelesaian melalui jalur hukum menjadi langkah penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan, persaudaraan dan kondusivitas. Percayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed