Partai Gema Bangsa Resmi Dideklarasikan, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Daerah

Berita52 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Partai Gema Bangsa resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2026). Deklarasi ini menandai masuknya Partai Gema Bangsa ke panggung politik nasional dengan membawa agenda utama kemandirian nasional berbasis penguatan daerah.

Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, menyatakan bahwa partainya hadir dengan visi besar untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. Ia menegaskan deklarasi tersebut menjadi titik awal perjuangan politik yang berpijak pada desentralisasi kewenangan dan penguatan peran masyarakat daerah.

banner 318x90

Rofiq menjelaskan, salah satu fondasi utama perjuangan Partai Gema Bangsa adalah desentralisasi politik kepartaian, yang selama ini dinilai belum berjalan optimal dalam sistem politik Indonesia.

“Desentralisasi politik dimaknai sebagai penyerahan kewenangan kebijakan politik secara luas kepada masyarakat di daerah. Mulai dari pengambilan keputusan politik, pemenangan pemilu, hingga pencalegan akan ditentukan oleh struktur provinsi dan kabupaten/kota,” kata Ahmad Rofiq, di Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat memutus praktik politik yang terlalu sentralistik sekaligus membuka ruang partisipasi politik yang lebih adil bagi daerah. Ia menilai, daerah selama ini kerap menjadi objek kebijakan politik, bukan subjek pengambil keputusan.

Dalam konteks politik nasional, Ahmad Rofiq juga menyampaikan sikap partainya yang mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2029. Rofiq beralasan, pembangunan Indonesia sebagai negara besar dan kompleks membutuhkan kesinambungan kepemimpinan.

Selain isu politik kepartaian, Partai Gema Bangsa turut menyoroti agenda strategis di sektor ekonomi dan pangan. Ahmad Rofiq kembali menekankan pentingnya pembentukan bank tanah nasional sebagai instrumen untuk menjamin akses lahan bagi petani.

“Kalau ada bank tanah, petani punya jaminan lahan. Ini akan mempercepat terwujudnya swasembada pangan seperti yang dicita-citakan Presiden Prabowo,” ujarnya.

Deklarasi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, salah satunya Sudirman Said. Ia menilai kehadiran Partai Gema Bangsa sebagai respons positif terhadap dinamika demokrasi Indonesia yang tengah menghadapi berbagai tantangan.

“Cara terbaik menghadapi situasi penuh ketidakpastian adalah dengan mengorganisir diri. Hadirnya satu partai baru bisa memberi harapan, terutama karena banyak praktik demokrasi kita yang terlalu sentralistik,” ujar Sudirman.

Sudirman juga mengapresiasi sikap tegas Partai Gema Bangsa yang mengusung isu desentralisasi politik sebagai agenda utama. Menurutnya, otonomi daerah di Indonesia masih belum sepenuhnya tuntas.

“Otonomi daerah kita belum tuntas. Belum diikuti otonomi fiskal dan kewenangan yang memadai bagi daerah. Dari paparan tadi, jelas sekali desentralisasi politik menjadi tema utama yang ingin dibangun,” katanya.

Pengamat politik dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta menilai kemunculan Partai Gema Bangsa berpotensi memperkaya wacana reformasi politik, terutama terkait distribusi kekuasaan antara pusat dan daerah. Namun, konsistensi dalam menjalankan agenda desentralisasi disebut akan menjadi ujian utama partai baru tersebut ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *