Tragedi Kubangan PDAM Balikpapan: Enam Anak Meninggal, Polda Kaltim Periksa Unsur Pidana

banner 468x60

BALIKPAPAN – Kasus tewasnya enam anak setelah tenggelam di kubangan Jalan PDAM Kilometer 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Lokasi serupa kolam itu tercipta akibat galian proyek, dan insiden tragis yang terjadi pada Senin lalu itu langsung memicu penyelidikan mendalam dari Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan.

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menyampaikan bahwa penyidik masih terus menghimpun informasi di lapangan. Semua keterangan, temuan awal, hingga dokumen pendukung akan dirangkum untuk dianalisis guna menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

banner 318x90

“Seandainya nanti ditemukan kelalaian atau tindak pidana, tentu akan dilakukan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Ia menjelaskan, laporan awal dari petugas Polair yang mengevakuasi korban menyebut lokasi berada di wilayah Grand City. Namun kepolisian masih akan memastikan batas wilayah dan status kepemilikan lahan tersebut.

Pihak-pihak terkait seperti pengembang Grand City, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga pemerintah setempat akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Selain itu, penyelidikan juga mencakup asal-usul air atau faktor lain yang relevan dengan peristiwa,” tambahnya.

Hingga kini, kepolisian belum menerima laporan resmi dari masyarakat maupun keluarga korban. Namun setiap kejadian yang ditangani petugas, menurut prosedur, tetap dicatat dalam Laporan Polisi (LP) Model A sebagai dasar penyelidikan.

“Artinya, setiap informasi yang dikumpulkan akan dirangkum, dianalisis, dan menjadi dasar bagi proses penyelidikan maupun penyidikan lebih lanjut,” jelas Yuliyanto.

Dalam kesempatan itu, Yuliyanto juga mengimbau masyarakat lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di area berbahaya. Ia meminta pengembang menyediakan batasan area, papan peringatan, dan upaya pengamanan lain agar insiden serupa tidak terulang.

Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Agus Fitriadi, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal sejak insiden dilaporkan. Mulai dari pemeriksaan lokasi kejadian, pemasangan garis polisi, hingga pembuatan laporan resmi.

“Apakah ada unsur kelalaian atau tidak, kami masih selidiki. Itu bergantung pada hasil pemeriksaan dan status kepemilikan lokasi,” tuturnya.

Menurut Agus, pemeriksaan saksi baru akan dilakukan setelah keluarga korban pulih secara emosional pasca musibah.

Kantor SAR Balikpapan menerima laporan pertama pada pukul 18.07 Wita dari Babinsa setempat. Enam anak dilaporkan terseret ke bagian kubangan yang lebih dalam sekitar pukul 17.30 Wita.

Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 19.10 Wita dan mendapati dua anak sudah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Empat lainnya masih hilang sehingga pencarian dilakukan dengan metode penyelaman.

Urutan penemuan korban:

  • Korban ketiga ditemukan pukul 19.30 Wita
  • Korban keempat pukul 19.50 Wita
  • Dua korban terakhir ditemukan pukul 20.02 Wita

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo.

Berdasarkan data SAR, keenam korban meninggal adalah:

  1. Alfa Kaltiana Hadi (12), perempuan
  2. Ica Nawang (11), perempuan
  3. Arafa Lirman Azka Faiez (8), laki-laki
  4. Muhammad Rifqi Alamsyah (10), laki-laki
  5. Anaya Zaira Azarah (5), perempuan
  6. Kartika Ardayanti (9), perempuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *