JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ruang demokrasi dengan menerima langsung perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta, Senin (16/6).
Sebanyak 15 mahasiswa yang mewakili peserta aksi diterima di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 17.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait berbagai isu nasional yang saat ini menjadi perhatian publik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, mengatakan bahwa Wakil Presiden memberikan perhatian serius terhadap berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, seluruh aspirasi yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah sesuai dengan kewenangan dan koridor hukum yang berlaku.
“Sebagai negara demokrasi yang berlandaskan hukum, pemerintah menghormati setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan secara tertib dan bertanggung jawab. Bapak Wakil Presiden sangat menghargai masukan yang disampaikan mahasiswa,” ujar Al Muktabar.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian pemerintah, mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi nilai tukar rupiah, hingga kenaikan harga BBM non-subsidi yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Koordinator aksi sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M. Abdi Maludin, mengungkapkan bahwa Wakil Presiden merespons positif berbagai tuntutan yang disampaikan. Menurutnya, Gibran mendengarkan secara langsung seluruh aspirasi dan mencatat setiap poin yang menjadi perhatian mahasiswa.
“Kami melihat ada itikad baik dari pemerintah melalui Bapak Wakil Presiden yang bersedia menerima dan mendengar langsung aspirasi mahasiswa. Seluruh tuntutan yang kami sampaikan dicatat sebagai bahan evaluasi ke depan,” kata Abdi.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta tersebut diikuti sekitar 122 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain di kawasan Istana Wakil Presiden, massa aksi juga menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Jalan Kwitang Raya.
Selama kegiatan berlangsung, aparat keamanan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek melakukan pengamanan secara profesional dan humanis. Situasi aksi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.
Jalan Medan Merdeka Selatan yang sempat mengalami penutupan sementara akibat aktivitas massa aksi juga berangsur normal setelah dialog antara perwakilan mahasiswa dan Wakil Presiden selesai dilaksanakan.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa dialog dan komunikasi tetap menjadi instrumen utama dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah.
Melalui ruang diskusi yang terbuka, berbagai masukan dari mahasiswa diharapkan dapat menjadi kontribusi positif dalam proses pembangunan dan perbaikan kebijakan publik di Indonesia.














