SAMARINDA – Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Yulianus Henock Sumual, kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah di tengah meningkatnya dinamika penyampaian aspirasi masyarakat.
Dalam himbauannya, Yulianus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap dewasa, bijak, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Ia menilai bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilaksanakan dengan cara yang santun dan tidak melanggar aturan hukum.
“Demokrasi memberi ruang bagi setiap orang untuk bersuara. Namun, kebebasan itu harus diiringi dengan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” tegasnya.
Menurutnya, Kaltim sebagai daerah yang terus berkembang, termasuk dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), membutuhkan situasi yang aman dan harmonis agar pembangunan dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
Yulianus juga menekankan pentingnya dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan. Ia menilai bahwa komunikasi yang baik antar pihak dapat mencegah terjadinya konflik yang tidak diinginkan.
“Kita harus menolak segala bentuk provokasi dan kekerasan. Sampaikan aspirasi dengan cara yang damai, tertib, dan menghormati sesama,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, pemuda, serta organisasi kemasyarakatan untuk turut aktif menjaga suasana tetap kondusif. Peran bersama dinilai menjadi kunci dalam menjaga Kaltim tetap aman dan damai.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Jika kita menjaga Kaltim, maka Kaltim juga akan menjaga kita,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Yulianus mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama daerah. Ia optimistis, dengan kebersamaan, Kaltim akan tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan harmonis.
“Bersatu kita kuat, Kaltim tetap kondusif untuk kita semua,” pungkasnya.









