Ketua FPK Syaharie Jaang: Kedamaian Kaltim Harus Dijaga, Damai Itu Indah

Berita285 Dilihat
banner 468x60

SAMARINDA – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalimantan Timur kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.

Kalimantan Timur yang dihuni oleh berbagai suku, budaya, dan latar belakang dinilai sebagai kekuatan besar dalam membangun persatuan. Namun demikian, perbedaan yang ada juga perlu disikapi dengan kedewasaan agar tidak berkembang menjadi potensi konflik.

banner 318x90

Ketua FPK Kaltim, Syaharie Jaang, menegaskan bahwa kedamaian yang selama ini dirasakan merupakan hasil dari upaya bersama seluruh elemen masyarakat.

“Ia dirawat, dijaga, dan diperjuangkan dari perbedaan suku, ragam budaya, dan banyak kepentingan. Namun kita tetap disatukan oleh satu tujuan, yaitu Kaltim yang damai,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa menjaga stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama, termasuk dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka namun tetap tertib.

Ia menyampaikan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu dijamin undang-undang. Tapi seperti halnya di jalan raya, ada rambu yang harus dipatuhi. Tidak boleh ugal-ugalan, tidak boleh merusak, dan tidak boleh anarkis,” tegasnya.

Menurutnya, potensi konflik harus diantisipasi sejak awal agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Sekali api konflik menyala, memadamkannya tidak mudah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris FPK Kaltim, Achmad Jubaidi, mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam setiap persoalan yang muncul.

“Mari hindari provokasi dan tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas. Kedepankan cara-cara yang damai dan bermartabat,” ujarnya.

FPK juga mengingatkan bahwa dampak dari situasi yang tidak kondusif akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas, terutama kelompok kecil yang menggantungkan kehidupan pada stabilitas daerah.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan terus menjaga Kalimantan Timur sebagai rumah bersama yang rukun dan damai, dengan menjunjung tinggi nilai toleransi serta saling menghargai.

Menjaga kedamaian bukan hanya tanggung jawab segelintir pihak, melainkan komitmen bersama demi masa depan daerah yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *