BALIKPAPAN – Menjelang rencana aksi pada 21 April 2026, situasi di Kalimantan Timur terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas berbagai kelompok. Di tengah kondisi tersebut, Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, kembali menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dan stabilitas daerah.
Dalam keterangannya, Abdulloh menyampaikan bahwa LMP memilih untuk mengambil peran sebagai penjaga kondusivitas, bukan bagian dari pihak yang memperkeruh suasana. Ia menilai, peran organisasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keseimbangan sosial.
“Laskar Merah Putih Provinsi Kalimantan Timur bersama-sama dengan TNI Polri, senantiasa bekerjasama untuk tetap menjaga kondusifitas Kalimantan Timur secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika yang meningkat menjelang aksi harus dihadapi dengan sikap bijak dan penuh kehati-hatian. Ia mengingatkan seluruh jajaran LMP agar tidak mudah terpancing oleh isu yang belum tentu benar.
“Menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus LMP… untuk tetap tenang dan selalu waspada, agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu serta ajakan-ajakan yang mengarah kepada perbuatan anarkis,” tegasnya.
Abdulloh juga menyoroti dampak negatif dari tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat luas serta mengganggu stabilitas pembangunan di daerah.
“Perbuatan anarkis dapat merusak persatuan kesatuan bangsa serta menghambat kegiatan pembangunan,” katanya.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga ketertiban, ia menegaskan bahwa seluruh kader LMP wajib berperan aktif dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kepada seluruh kader Laskar Merah Putih, diwajibkan untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga kedamaian bukan berarti menghalangi aspirasi, melainkan memastikan setiap penyampaian dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Kalimantan Timur diharapkan tetap berada dalam kondisi aman dan harmonis meski di tengah perbedaan pandangan yang berkembang.









